Kamis, 11 Maret 2010

Late Chilhood

Akhir Masa Kanak-kanak (Late Chilhood)




Akhir masa kanak-kanak (late chilhood) berlangsung mulai dari umur enam tahun sampai tiba saatnya individu menjadi matang secara seksual. Pada awal dan akhirnya, masa late chilhood ditandai oleh kondisi yang sangat mempengaruhi penyesuaian kepribadian dan penyesuaian sosial anak.
Selama setahun atau dua tahun terakhir dari masa kanak-kanak terjadi perubahan fisik yang sangat menonjol dan hal ini juga dapat mengakibatkan perubahan dalam sikap, nilai dan perilaku dengan menjelang berakhirnya periode ini dan dapat mempersiapkan diri, secara fisik dan psikologis, untuk memasuki masa remaja.
Perubahan fisik yang terjadi menjelang berakhirnya masa kanak-kanak menimbulkan keadaan ketidakseimbangan di mana pola kehidupan yang sudah terbiasa menjadi terganggu dan anak selama beberapa saat merasa terganggu sampai tercapainya penyesuaian diri terhadap perubahan ini.
Tibanya masa late chilhood dapat secara tepat diketahui, tetapi orang tidak dapat mengetahui secara tepat kapan periode ini berakhir karena kematangan seksual timbulnya tidak selalu pada usia yang sama.
Ini disebabkan perbedaan dalam kematangan seksual anak laki-laki dan perempuan. Dengan demikian, ada anak yang mengalami masa kanak-kanak yang lebih lama dan ada juga yang lebih singkat. Umumnya anak perempuan masa late chilhood berlangsung antara umur enam sampai tiga belas tahun,sedangkan anak laki-laki umumnya dari umur enam sampai enam belas tahun.

A. CIRI AKHIR MASA KANAK-KANAK

Label yang digunakan oleh orang tua

bagi banyak orang tua akhir masa kanak-kanak merupakan usia yang menyulitkan suatu masa dimana anak cenderung tidak memperdulikan dan ceroboh dalam penampilan, dan kamarnya sangat berantakan. Sekalipun ada peraturan keluarga yang ketat mengenai kerapihan dan perawatan barang-barangnya, hanya beberapa saja yang taat, kecuali orang tua mengharuskan melakukannya dan mengancam dengan hukuman.

Label yang digunakan oleh pendidik

para pendidik memberikan label late chilhood pada masa usia sekolah dasar. Pada usia tersebut anak diharapkan memperoleh pengetahuan-pengetahuan dasar yang dianggap penting untuk keberhasilan penyesuaian diri pada masa dewasa, dan mempelajari berbagai keterampilan penting tertentu, baik keterampilan kurikuler maupun ekstra kurikuler.

Label yang digunakan para ahli psikologi

bagi ahli psikologi, akhir masa kanak-kanak adalah usia berkelompok. Keadaan ini mendorong ahli psikologi untuk menyebut periode ini sebagai usia penyesuaian diri.


B. PERKEMBANGAN FISIK PADA AKHIR MASA KANAK-KANAK


Pertumbuhan fisik mengikuti pola yang dapat diramalkan meskipun sejumlah perbedaan dapat terjadi. Bentuk tubuh mempengaruhi tinggi dan berat dalam akhir masa kanak-kanak. Kesehatan dan gizi yang baik merupakan faktor penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Ketegangan emosi juga mempengaruhi pertumbuhan fisik. Anak yang tenang tumbuh lebih cepat dibandingkan anak yang memiliki gangguan emosional.



PERKEMBANGAN FISIK PADA AKHIR MASA KANAK-KANAK

Tinggi
Kenaikan tinggi per tahun adalah 2 sampai 3 inci. Rata-rata anak perempuan sebelas tahun mempunyai tinggi badan 58 inci dan anak laki-laki 57,5 inci

Berat
Kenaikan berat lebih bervariasi daripada kenaikan tinggi, berkisar antara 3 sampai 5 pon per tahun. Rata-rata anak perempuan sebelas tahun mempunyai berat badan 88,5 pon dan anak laki-laki 85,5 pon.

Perbandingan Tubuh
Meskipun kepala masih terlampau besar dibandingkan dengan bagian tubuh lain. Beberapa perbandingan wajah yang kurang baik meghilang dengan bertambah besarnya mulut dan rahang, dagu yang melebar dan merata, bibir semakin berisi, hidung bertambah besar dan semakin berbentuk. Badan memanjang dan menjadi lebih langsing, leher menjadi lebih panjang, dada melebar, perut tidak buncit, lengan dan tungkai memanjang, dan tangan dan kaki dengan lambat tumbuh membesar.

Kesederhanaan
Perbandingan tubuh yang kurang baik sangat mencolok pada kahir masa kanak-kanak menyebabkan meningkatkan kesederhanaan pada saat ini.

Perbandingan Otot-Lemak
Selama akhir masa kanak-kanak, jaringan lemak berkembang lebih cepat daripada jaringan otot yang perkembangannya melejit pada awal pubertas.

Gigi
Pada pemulaan pubertas, umumnya seorang anak sudah mempunyai dua puluh dua gigi tetap. Keempat gigi terakhir disebut dengan gigi kebijaksanaan, munculnya selama masa remaja.






C. KETERAMPILAN AKHIR MASA KANAK-KANAK


Keterampilan yang dipelajari anak-anak yang lebih besar tergantung pada lingkungan, sebagian pada kesempatan belajar, sebagian pada bentuk tubuh, dan sebagian pada apa yang sedang digemarinya.



KATEGORI KETERAMPILAN AKHIR MASA KANAK-KANAK

Keterampilan menolong diri sendiri
Anak yang lebih besar harus dapat makan, berpakaian, mandi, dan berdandan sendiri hampir secepat dan semahir orang dewasa, dan keterampilan tidak memerlukan perhatian yang sadar yang penting pada awal masa kanak-kanak.

Keterampilan menolong orang lain
Keterampilan menurut kategori ini bertalian dengan menolong orang-orang lain. Di rumah mencakup membersihkan tempat tidur, membersihkan debu dan menyapu; di sekolah mencakup mengosongkan tempat sampahdan membersihkan papan tulis, dan msih banyak lagi.

Keterampilan sekolah
Di sekolah, anak mengembangkan berbagai keterampilan yang diperlukan untuk menulis, menggambar, melukis, membentuk tanah liat, dan keterampilan lainnya.

Keterampilan bermain
Anak yang lebih besar belajar berbagai keterampilan seperti melempar dan menangkap bola, naik sepeda, sepatu roda, dan berenang.


D. KEMAJUAN-KEMAJUAN PADA AKHIR MASA KANAK-KANAK

• Kemajuan berbicara
Dengan meluasnya cakrawala sosial anak, anak menemukan bahwa berbicara merupakan sarana penting untuk memperoleh tempat dalam kelompok. Hali ini mendorong anak untuk memperbaiki cara bicaranya agar menjadi cara bicara yang lebih baik. Anak juga mendapatkan bahwa bentuk-bentuk komunikasi yang sederhana seperti menangis dan gerak isyarat, secara sosial tidak diterima. Hal ini menambah dorongan anak untuk memperbaiki kemampuan berbicaranya. Yang paling penting, anak mengerti bahwa inti komunikasi adalah bahwa ia mampu mengerti apa yang dikatakan oleh orang lain.
Bentuk-bentuk dari kemajuan berbicara adalah sebagai berikut :
a. Penambahan kosa kata anak
b. Pengucapan yang lebih baik dan teratur
c. Penggunaan kalimat yang lebih singkat dan lebih padat
d. Kemajuan dalam pengertian
e. Isi pembicaraan yang lebih luas
f. Banyak berbicara sebagai salah satu bentuk sosialisasi
KOSA KATA KHUSUS PADA AKHIR MASA KANAK-KANAK

Kosa kata etiket
Pada akhir kelas satu, anak yang di rumah dilatih menggunakan kata-kata seperti “minta tolong” dan “terima kasih” mempunyai kosa kata etiket orang-orang dewasa dalam lingkungan keluarganya.

Kosa kata warna
Anak belajar nama semua warna yang umum dan warna yang tidak terlampau umum di[elajari segera setelah masuk sekolah dan memperoleh pendidikan formal dalam kesenian.

Kosa kata bilangan
Dari pelajaran berhitung di sekolah anak belajar nama dan arti bilangan.

Kosa kata waktu
Kosa kata dari anak yang lebih besar sama dengan anak dengan kosa kata waktu dari orang dewasa dengan siapa dia berhubungan, walaupun pengertiannya tentang kata-kata waktu tidak tepat.

Kosa kata populer dan Kosa kata makian
Anak belajar kosa kata populer dan kosa kata makian kanak-kanak dan dari anak-anak yang lebih besar di lingkungan tetangganya. Dengan menggunakan kata tersebut anak tersebut merasa “dewasa” dan mengetahui bahwa menggunakan kata tersebut memiliki nilai perhatian yang besar.

Kosa kata rahasia
Anak menggunakan kata rahasia dengan sahabatnya. bisa berupa tulisan, terdiri atas simbol-simbol dab kode-kode. Dalam bentuk lisan, terdiri atas kata-kata yang dirusak. Dalam bentuk kinetik, terdiri atas isyarat-isyarat tubuh.

E. EMOSI DAN UNGKAPAN-UNGKAPAN EMOSI

Anak segera mengetahui bahwa ungkapan emosi, terutama emosi yang kurang baik, secara sosial tidak diterima teman-teman sebaya. Anak belajar bahwa ledakan emosi adalah perilaku bayi, reaksi mundur sebagai pengecut, dan menyakiti hati orang lain karena cemburu dianggap tidak sportif.
Keinginan kuat untuk mengendalikan emosi tidak berlaku di rumah. Umumnya, ungkapan emosional pada akhir masa kanak-kanak adalah sesuatu yang menyenangkan. Tidak semua emosi pada usia ini menyenangkan. Banyak ledakan emosi terjadi dan anak menderita kekhawatiran dan perasaan kecewa.

• Pola emosi yang umum pada akhir masa kanak-kanak
Pola emosi yang umum pada akhir masa kanak-kanak sama dengan pola pada awal masa kanak-kanak. Emosi yang umum pada awal masa kanak-kanak yaitu :

a. Amarah
Penyebab amarah pada umumnya adalah pertengkaran karena permainan, tidak tercapai keinginan dan mendapat perlawanan hebat dari anak lain.

b. Takut
Pembiasaan, peniruan, dan ingatan tentang pengalaman yang kurang menyenangkan membuat seorang anak takut.

c. Cemburu
Anak menjadi cemburu apabila mengetahui bahwa perhatian dan kasih sayang orang tua beralih kepada hal yang lain.

d. Ingin tahu
Anak memiliki rasa ingin tahu terhadap hal yang baru dilihatnya, ingin tahu pula tentang tubuhnya dan tubuh orang lain.

e. Iri hati
Anak-anak sering merasa iri hati terhadap kemampuan atau barang yang dimiliki oleh orang lain.

f. Gembira
Anak-anak merasa gembira karena merasakan sesuatu yang membuatnya nyaman.

g. Sedih
Anak-anak merasa sedih apabila kehilangan segala sesuatu yang dicintainya atau yang dianggap penting untuk dirinya.

h. Kasih sayang
Anak-anak belajar mencintai segala sesuatu yang dianggap penting olehnya atau yang membuatnya senang.

• Periode meningginya emosi
Pada masa ini, ada waktu dimana anak sering mengalami emosi yang hebat. Karena emosi cenderung tidak menyenangkan, maka dalam periode ini meningginya emosi menjadi periode ketidak seimbangan, yaitu di mana anak sulit unutk dihadapi.
Meningginya emosi dapat disebabkan oleh keadaan fisik atau lingkungan, keadaan lingkungan yang menyebabkan meningginya emosi juga beragam dan serius. Namun pada umumnya, akhir masa kanak-kanak merupakan periode yang relatif tenang yang berlangsung sampai mulainya masa puber.
• Permulaan kartasis emosional
Dengan mengekang ungkapan emosional eksternal anak menjadi gelisah, tegang, dan mudah tersinggung oleh masalah yang kecil sekalipun. Karena keadaan emosi yang tidak tersalurkan tidak menyenangkan bagi anak. Cara meredakan emosi yang tidak tersalurkan ini disebut kartasis emosional.
Meskipun banyak bentuk kartasis yang digunakan, tetapi anak menemukan melalui cara coba-coba dan bukan melalui bimbingan, bahwa ada beberapa bentuk yang lebih baik dan secara sosial lebih diterima daripada bentuk lainnya. Contohnya adalah menangis, tertawa, atau menyibukan diri, dan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar