Selasa, 04 Oktober 2011

Psikologi & tekhnologi Internet

A. Sejarah Internet

Internet pada dahulu kala merupakan suatu rencana yang dibuat oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) pada tahun 60-an. Dimulai dari suatu proyek yang dinamakan ARPANET atau Advanced Research Project Agency Network.

Beberapa universitas di Amerika Serikat diantaranya UCLA, Stanford, UC Santa Barbara dan University of Utah, diminta bantuan dalam mengerjakan proyek ini dan pada awalnya telah berhasil menghubungkan 4 komputer di lokasi Universitas yang berbeda tersebut.

Perkembangan ARPANET ini cukup pesat jika dilihat dari perkembangan komputer pada saat itu. Sebagai gambarannya pada tahun 1977, ARPANET te;ah menghubungkan lebih dari 100 mainframe komputer dan saat ini terdapat sekitar 4 juta host jaringan yang terhubung pada jaringan ini.

Jumlah sebenarnya dari komputer yang terhubung tidak dapat diketahui berapa jumlah pastinya karena perkembangan jumlah komputer yang terhubung dengan jaringan semakin lama semakin banyak.

Perkembangannya yang pesat membuat jaringan komputer ini tidak bisa disebut lagi dengan ARPANET. Konsep ini kemudian berkembang dan dikenal dengan istilah Internetworking. Internet sudah menjadi istilah umum untuk menggambarkan sebuah jaringan komputer yang besar dan global.

B. IP Address, Domain, & Name Server

1. IP Address

Internet adalah jaringan antar komputer satu dengan komputer lainnya yang menjadikan terjadinya pertukaran data antara kedua komputer tersebut. Bagaimana suatu pertukaran data tersebut dapat terjadi? Oleh karena dibutuhkan suatu tata cara pengalamatan pada jaringan komputer tersebut.

Tata cara pengalamat tersebut diatur dalam konsep TCP/IP, setiap alamat unik maksudnya adalah tidak ada alamat yang sama. Alamat tersebut lebih dikenal dengan istilah Internet Protocol Number (IP Number atau IP Address), sebesar 32-byte da direpresentasikan dalam bentuk desimal yang dibagi menjadi empat bagian yang dipisahkan oleh titik. Pada saat ini, ada konsep-konsep baru yang memungkinkan satu IP dipakai oleh lebih dari satu komputer. Contoh dari IP Address yaitu : 203.130.254.103

Satu IP Address mempunyai satu nama untuk dapat mempermudah mengidentifikasi suatu komputer di internet atau yang biasa disebut dengan istilah host. Host adalah suatu komputer yang terhubung dengan jaringan internet, komputer ini dapat memberikan fasilitas layanan kepada jaringan yang terhubung kepadanya dengan satu nama host mempunyai lebih dari satu nama alias.

2. Domain

Dalam tata cara penamaan suatu host dikenal dengan istilah Domain, yang digunakan untuk menentukan posisi hirarki host dari jaringan internet ini. Dibawah nama domain dalam hirarki ini memungkinkan adanya nama subdomain.

Penentuan nomor IP Address dan nama domain tidak dapat dilakukan secara seimbang, permohonan harus diajukan kepada Internet Network Information Center (InterNIC). Badan ini bukan pengelola internet, melainkan mengelola pemakaian alamat IP dan nama domain. Berikut ini adalah contoh dari nama domain yang ada di internet :

Com, co : badan komersial

Contoh : microsoft.com, rcti.co.id

Edu, ac, sch : lembaga pendidikan

Contoh : ucla.edu, gunadarma.ac.id

Gov, go : lembaga pemerintahan

Contoh : fbi.gov, bppt.go.id

Net : gateway jaringan, ISP

Contoh : ibm.net, indosat.net.id

Mil : militer

Contoh : af.mil

Org : organisasi

Contoh : scout.org

Or : khusus untuk indonesia berarti other (lain-lain)

Contoh : powernet.or.id

Web : kegiatan internet (perseorangan atau perusahaan)

Contoh : master.web.id

Tv : televisi

Ws : web site

Karena saat ini jaringan komputer sudah mencakup banyak sekali negara, maka untuk mempermudah identifikasi lokasi host internet ini, maka dibuat hirarki nama domain negara. Brikut ini adalah nama domain beberapa negara :

au : Australia id : Indonesia

ca : Canada my : Malaysia

fr : France sg : Singapura

3. Name Server

Name Server adalah nama server web (host) dimana informasi tersimpan. Nama ini dapat berupa nama komputer server, tetapi juga dapat hanya sekedar alias atau inisial. Biasanya, halaman-halaman web disimpan di dalam komputer yang namanya diberi alias”www”. Nama atau alias “www” adalah singkatan dari “world wide web”, biasanya “www” diikuti nama domain sesuai dengan nama pemilik web. Perhatikan contoh dari name server berikut ini : http:// pubs.usgs.gov / gip/dinosour/food.html.

pubs.usgs.gov merupakan contoh dari nama server dari suatu web, http:// merupakan protokol hypertext, gip/dinosour merupakan nama folder dari server tersebut, dan food.html adalah contoh dari nama file atau dokumen dari server tersebut.

C. Komponen-Komponen Untuk Jaringan Internet

Untuk melakukan sambungan internet, kita membutuhkan seperangkat alat yang digunakan penyambung antara komputer kita dengan jaringan internet. Ada dua komponen yang diperlukan untuk membuat jaringan yaitu piranti hardware dan piranti software. Berikut ini akan dibahas secara sederhana mengenai kedua piranti tersebut.

1. Piranti Hardware

Piranti hardware adalah komponen-komponen fisik berupa perangkat komuputer untuk server dan workstation, media tranmisi, antarmuka jaringan (network interface atau network adapter) serta periferal pendukung.

Media transmisi adalah media yang digunakan dalam jaringan dapat berupa kabel (UTP, koaksial, serat optik, dll), ataupun nirkabel (gelombang radio, gelombang mikro, sinar inframerah, dll). Media transmisi berfungsi membawa sinyal dari komputer yang satu ke komputer yang lain.

Media tranmisi kabel secara umum digunakan dalam jaringan terdiri atas tiga macam yaitu kabel berpasangan (twisted-pair cable), kabel koaksial (coaxial cable), dan kabel serat optik (fiber optic). Sedangkan media transmisi nirkabel secara umum berupa gelombang elektromagnetik. Untuk jaringan lokal anda dapat menggunakan Wireless LAN (WLAN) yang memanfaatkan media transmisi berupa sinar inframerah ataupun gelombang radio.

Peralatan utama yang dibutuhkan untuk membuat jaringan internet yaitu

· Seperangkat komputer, laptop, atau netbook

· Modem yang disesuaikandengan perangkat komputerm misalnya dengan kecepatan 56Kbps

· Saluran telepon atau kabel jaringan

Setelah peralatan utama tersebut telah dipenuhi, maka anda membutuhkan seperangkat alat pendukung untuk membuat jaringan internet. Berikut ini akan dijelaskan mengenai periferal pendukung jaringan yaitu :

· Ethernet Card berfungsi menghubungkan komputer dengan sistem peralatan jaringan.

· Hub Ethernet berfungsi menghubungkan beberapa segmen Ethernet menjadi satu segmen

· Access Point berfungsi sebagai hub suatu jaringan nirkabel, sinyal dari access point ini dapat digunakan oleh anggota jaringan berupa komputer yang memiliki wifi.

· Switch berfungsi mengalokasi jalur lalu lintas data khusus dari setiap segmen jaringan ke jalur khusus.

· Repeater berfungsi menghasilkan ulang sinyal yang diterima sebelum dikirim ke alamat tujuan dalam jaringan.

· Router berfungsi peralatan jaringan khusus yang dapat menentukan/memilih jaringan tujuan untuk meneruskan paket data. Router hanya dapat bekerja berdasarkan protokol jaringan.

· Bridge berfungsi sebagai penghubung beberapa segmen jaringan sepanjang jalur data.

2. Piranti Software

Ada dua kategori software yang digunakan dalam jaringan, yaitu software jaringan dan software aplikasi jaringan. Software jaringan terdiri atas program-program komputer yang menyediakan beberapa protokol atau aturan-aturan bagi komputer untuk berkomunikasi dengan komputer lain. Protokol-protokol ini dilakukan dengan mengirim dan menerima perintah-perintah terformat mengenai data yang disebut dengan paket. Protokol juga berfungsi membuat hubungan logis antar aplikasi jaringan, mengarahkan perjalanan paket-paket melalui jaringan fisik, dan meminimumkan kemungkinan terjadi tabraka antar paket yang dikirim dalam waktu sama.

Software aplikasi jaringan terdiri atas program-program komputer yang langsung digunakan pengguna jaringan dan memungkinkan untuk berbagi informasi dalam bentuk file, grafik, video, dan sumber-sumber daya jaringan seperti printer dan harddisk. Software aplikasi jaringan terbagi menjadi dua jenis, yakni client-server dan peer-to-peer. Pada jaringan client-server, komputer atau software klien mengirimkan permintaan informasi untuk menggunakan sumber daya jaringan ke komputer server. Komputer server mengontrol dan melayani penggunaan program aplikasi serta sumber daya jaringan. Pada jaringan peer-to-peer, komputer mengirimkan pesan dan permintaan langsung ke komputer lain tanpa perantara server.

D. ISP, Bandwidth, dan FTP

1. Internet Service Provider (ISP)

ISP adalah suatu perusahaan atau badan miliki pemerintah atau swasta yang memberikan fasilitas layanan koneksi ke jaringan internet bagi jaringan yang terhubung dengannya. ISP yang ada saat ini dapat berupa ISP yag bersifat tertutup dan ISP yang bersifat umum. ISP yang bersifat tertutup adalah lembaga yang hanya dapat melayani jaringan internet ke jaringan lokal dari lembaga tersebut. Contohnya adalah terdapat beberapa departemen pemerintahan, lembaga pendidikan, dll. Pemakaian dan komputer yang terhubung ke ISP ini biasanya terbatas.

Selain itu, ada ISP yang bersifat umum yang memberikan layanan kepada masyarakat luas baik pribadi maupun lembaga yang ingin terkoneksi dengan jaringan internet. ISP jenis umum ini bersifat komersial, yaitu menjual jasa layanan koneksi dengan jaringan internet. Contoh berikut adalah ISP yang bersifat umum yaitu CBNNet, IndosatNet, D-net, TelkomNet, WasantaraNet, LinkNet, dll.

Tidak semua ISP tersebut mempunyai hubungan langsung dengan jaringan internet di luar negeri karena memang disana jaringan internet awalnya dan berkembang pesat. Hanya ISP yang besar yang mempunyai hubungan langsung karena memang biaya koneksi langsung ke luar negeri cukup mahal.

Ada banyak car untuk terhubung dengan ISP. Biasanya untuk menghubungkan komputer diperlukan suatu jaringan seperti protokol yang digunakan adalah TCP/IP. Media yang digunakan dalam berhubungan dengan ISP :

· Teknologi jaringan

· Kabel telepon (PTSN)

· DSL, ISDN, VSat, dll

2. Bandwidht

Dalam sistem komunikasi data komputer ini dikenal dengan istilah bandwidht atau kecepatan transmisi data, dalam satuan per byte per detik. Semakin besar bandwidht maka semakin cepat transmisi datanya. Contoh untuk komunkasi data dengan jaringan Ethernet mempunyai kecepatan 10-100 Mbps, modem telepon mempunyai beberapa kecepatan transmisi mulai dari 14,4 – 56Kbps, leased line, microwave radio, satellite dapat mempunyai kecepatan transmisi yang lebih besar lagi.

3. File Transfer Protocol (FTP)

Untuk dapat mengirimkan dan mengambil data yang disimpan dalam bentuk file, digunakan aplikasi FTP antara pemakai dengan suatu server. Dengan adanya aplikasi ini, dimungkinkan untuk upload dan download data dalam format berbentu file seperti misalnya data aplikasi, gambarn, database, dll

Sumber atau Rujukan materi :

· LePKom Gunadarma. 2006. Pengantar Internet. Depok : Lembaga Pengembangan Komputerisasi Universitas Gunadarma

· Sahid. 2006. Teknologi informasi dan komunikasi 3. Yogyakarta : Yudistira