Kamis, 11 Maret 2010

Filsuf Abad Pertengahan

FILSAFAT BARAT :
ABAD PERTENGAHAN

Abad pertengahan merupakan kurun waktu yang khas. Secara singkat dapat dikatakan bahwa dominansi agama Kristen sangat menonjol. Perkembangan alam pikiran harus disesuaikan dengan ajaran agama. Demikian pula filsafat, harus diuji apakah tidak bertentangan dengan ajaran agama. Jelas teologi lebih tinggi dibandingkan dengan filsafat. Filsafat berfungsi melayani Teologi. Tapi bukan berarti bahwa pengembangan nalar dilarang.
Dalam sejarah filsafat barat, abad pertengahan dibagi menjadi dua periode yakni masa patristik dan masa skolastik. Baik di Yunani maupun Latin, masa patristik mencatat masa keemasan dengan tokoh dan karya-karya penting. Dibawah ini diuraikan masing-masing tentang Zaman Patristik dan Zaman Skolastik, serta tokoh-tokoh terpentingnya.

A. MASA PATRISTIK

1. Gambaran Umum

Patristik berasal dari kata Patres (bentuk jamak dari Pater) yang berarti bapak-bapak. Yang dimaksudkan adalah para pujangga gereja dan tokoh-tokoh gereja yang sangat berperan sebagai peletak dasar intelektual kekristenan. Mereka fokus pada pengembangan teologi tetapi tidak lepas dari wilayah kefilsafatan.

2. Tokoh-tokoh terpenting

Bapak Gereja terpenting pada masa itu antara lain Tertullianus (160-222), Justinus, Clemens dari Alexandria (150-251), Origenes (185-254), Gregorius dari Nazianza (330-390), Basilus Agung (330-379), Gregorius dari Nyssa (335-394), Dionysius Areopagita, Johanes Damascenus, Ambrosius, Hyeronimus, dan Agustinus (354-430).
Tertullianus, Justinus, Clemens dari Alexandria, dan Origenes adalah pemikir-pemikir pada masa awal patristik. Gregorius dari Nazianza, Basilus Agung, Gregorius dari Nyssa, Dionysius Areopagita,dan Johanes Damascenus adalah tokoh-tokoh pada masa patristik Yunani. Sedangkan Ambrosius, Hyeronimus, dan Agustinus adalah pemikir-pemikir yang menandai masa keemasan patristik Latin.
Masa keemasan patristik Yunani didorong oleh Edik Milan yang dikeluarkan Kaisar Constatinus Agung tahin 313 yang menjamin kebebasan beragama bagi umat Kristen. Agustinus adalah seorang pujangga gereja dan filsuf besar. Setelah melewati kehidupan masa muda yang hedonistis, Agustinus kemudian memeluk agama Kristen dan menciptakan sebuah tradisi filsafat Kristen yang berpengaruh besar pada abad pertengahan. Karyanya yang terpenting adalah Confessiones (pengakuan-pengakuan) dan De Civitate Dei (tentang kota Allah).
Agustinus menentang aliran skeptisisme (aliran yang meragukan kebenaran). Menurut Agustinus skeptisisme itu sebetulnya merupakan bukti bahwa ada kebenaran. Orang ragu-ragu itu sebenarnya bukti bahwa dia tidak ragu-ragu tehadap satu hal yaitu bahwa ia ragu-ragu. Orang yang ragu-ragu itu sebetulnya berpikir, dan siapa yang harus berpikir harus ada. Aku ragu-ragu maka aku berpikir, aku berpikir maka aku berada.
Menurut Agustinus, Allah menciptakan dunia ex nihilo (konsep yang kemudian juga diikuti oleh Thomas Aquinos). Artinya, dalam menciptakan dunia dan isinya, Allah tidak menggunakan bahan. Jadi, berbeda dengan konsep yang diajarkan Plato bahwa me on merupakan dasar atau materi segala sesuatu.
Filsafat patristik mengalami kemunduran sejak abad V hingga abad VIII. Di barat dan timur tokoh-tokoh dan pemikir-pemikir baru dengan corak pemikiran yang berbeda dengan masa patristik.


B. MASA SKOLASTIK
1. Gambaran Umum

Nama skolastik menunjukan besarnya peranan sekolah-sekolah dan biara-biara dalam pengembangan pemikiran-pemikiran filsafat. Masa skolastik dimulai setelah filsafat mengalami masa kevakuman karena situasi politik yang tidak stabil.
Sejak pemerintahan Karel Agung (742-814), keadaan mulai pulih, Kegiatan intelektual mulai bersemi kembali. Ilmu pengetahuan, kesenian, dan filsafat mendapat angin segar.
Masa Skolastik mencapai puncak kejayaannya pada abad XIII. Di masa ini filsafat dikaitkan dengan teologi, tetapi sudah menemukan tingkat kemandirian tertentu. Patut diberi catatan khusus tentang penyebaran karya-karya filsafat Yunani, karena inilah faktor terpenting bagi perkembangan intelektual dan filsafat.
Masuknya filsafat Aristoteles ke barat dimungkinkan lewat filsuf-filsuf arab yaitu Ibnu Sina atau Avicenna (980-1037), dan Ibnu Rusyd (1126-1198) alias Averroes. Avicenna berusaha menggabungkan filsafat Aristoteles dan Neoplatonisme sedangkan Averroes merupakan pengagum Aristoteles dan menulis komentar tentang pemikiran-pemikiran Aristotelian. Sebab itu ia dijuluki Sang Komentator.
Kehadiran karya-karya Aristoteles itu memberikan nuansa baru. Orang yang berhadapan dengan karya-karya nonkristen. Tugas filsafat dan teologi adalah mendamaikan alam pikiran baru itu dengan ajaran Kristen, khususnya alam pemikiran Agustinus yang mendominasi masa-masa sebelumnya.

2. Tokoh-tokoh terpenting

Tokoh-tokoh terpenting pada masa skolastik adalah Boethius (480-524), Johanes Scotus Eurigena (810-877), Anselmus dari Canterbury (1033-1109), Petrus Abelardus (1079-1142), Bonaventura (1221-1274), Siger dari Brabant (1240-1281), Albertus Agung (1205-1280), Thomas Aquinos (1225-1274), Johanes Duns Scotus (1226-1308), Guliemus dari Ockham (1285-1349), dan Nicholaus Cusanus (1401-1464).
Boethius adalah seorang menteri pada pemerintahan Raja Theodorik Agung di Italia. Namun, ia dijebloskan ke penjara karena dianggap sebagai komplotan. Dipenjara ia menulis buku yang berjudul De Consolatione Philosophiae.
Johanes Scotus Eurigena mengajar di sekolah istana yang didirikan oleh Karel Agung. Anselmus adalah seorang uskup yang terkenal dengan semboyan Credo Ut Intelligam (saya percaya agar saya mengerti). Artinya, dengan percaya orang akan mendapatkan pemahaman lebih dalam tentang Allah.
Petrus Abelardus mempunyai jasa besar dalam etika dan logika. Dia ikut memberikan pendapat yang sangat berharga menyangkut perdebatan di masa itu tentang Universalia (konsep-konsep umum), antara kelompok penganut Realisme dan Nominalisme.
Ibn Sina (Avicenna) berusaha menggabungkan filsafat Aristoteles dan Neoplatonisme. Dia menganut ajaran manansi plotinos, dan mengatakan Allah menyelenggarakan dunia secara tidak langsung melalui intelek aktif yang berasl dari intelek pertama.
Ibn Rushd (Averroes) ia dijuluki Sang Komentator. Dia mengajarkan monopsikisme yaitu pandangan bahwa jiwa adalah milik bersama umat manusia.
Bonaventura adalah biarawan ordo fransiskan yang menjadi professor di paris, dan pernah dipercaya memimpin ordo tersebut. Siger dari Brabant adalah mahaguru di fakultas sastra diparis.
Albertus Agung adalah seorang biarawan ordo dominikan, dan pernah menjadi mahaguru di sejumlah universitas di Jerman dan Paris.
Thomas Aquinos dijuluki pangeran masa skolastik. Ia adalah seorang biarawan ordo dominikan, mengajar di Paris, Jerman, dan Italia. Thomas Aquinos berpendapat bahwa filsafat harus mengabdi teologi, waktu itu dikenal ungkapan Philosophia Est Ancilla Theologiae.
Manusia dapat mengenal Allah dengan menggunakan rasio. Tetapi, pengenalan itu hanya melalui ciptaan-ciptaan. Thomas membuktikan adanya Allah melalui rangkaian argumentasi yang dikenal dengan Quinqae Viae (Lima Jalan) yaitu

• Gejala adanya perubahan atau gerak
• Gejala sebab dan akibat
• Gejala kontingensi
• Adanya hierarki kesempurnaan
• Finalitas dunia
Manusia terdiri dari tubuh dan jiwa. Jiwa merupakan forma dan tubuh merupakan materinya. Keduannya tidak dapat dipisahkan dan merupakan satu substansi.
Johanes Duns Scotus adalah seorang biarawan ordo fransiskan. Ia mengikuti ajaran Aristoteles dan Bonaventura.
William Ockham adalah seorang biarawan ordo fransiskan. Ia dianggap pemikir bermasalah di gereja, di bidang filsafat ajarannya bercorak empiristis.
Nicholaus Cusanus adalah uskup dan kardinal. Meskipun dipercaya mampu memangku tugas kegerejaan, Nicholaus dikenal sebagai ilmuwan.

Motivasi Belajar : Aspek-aspek Motivasi Belajar

Aspek-Aspek Motivasi Belajar

Dalam motivasi belajar terdapat beberapa aspek yang perlu kita perhatikan untuk mendapatkan manfaat maksimal dari apa yang telah dipelajari. Worrel dan Stillwel (dalam Harliana, 1998), mengemukakan beberapa aspek-aspek yang membedakan motivasi belajar tinggi dan rendah, yaitu :
a. Tanggung jawab
Mereka yang memiliki motivasi belajar tinggi merasa bertanggung jawab atas tugas yang dikerjakannya dan tidak akan meninggalkan tugasnya itu sebelum berhasil menyelesaikannya, sedangkan mereka yang motivasi belajarnya rendah, kurang bertanggung jawab terhadap tugas yang dikerjakannya, akan menyalahkan hal-hal di luar dirinya, seperti tugas yang terlalu banyak, terlalu sukar, sebagai penyebab ketidak berhasilannya.

b. Tekun terhadap tugas, berkonsentrasi untuk meyelesaikan tugas dan tidak mudah menyerah
Mereka dengan motivasi belajar tinggi dapat belajar terus menerus dalam waktu yang relatif lama dan tingkat konsentrasi baik. Sebaliknya mereka yang motivasi belajarnya rendah, umumnya memiliki konsentrasi yang rendah sehingga mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya dan akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas tepat pada waktunya.

c. Waktu penyelesaian tugas
Mereka dengan motivasi belajar tinggi, akan berusaha menyelesaikan setiap tugas dalam waktu secepat dan seefisien mungkin, sedangkan mereka dengan motivasi belajar rendah, kurang tantangan untuk menyelesaikan tugas secepat mungkin sehingga cenderung memakan waktu lama, menunda-nunda dan tidak efisien.

d. Menetapkan tujuan yang realistis
Seseorang dikatakan memiliki motivasi belajar tinggi apabila ia mampu menetapkan tujuan yang realistis sesuai kemampuan yang dimilikinya. Ia juga mampu berkonsentrasi terhadap setiap langkah untuk mencapai tujuan dan mengevaluasi setiap kemajuan yang telah dicapai, sedangkan mereka dengan motivasi belajar rendah akan melakukan hal sebaliknya.

Depresi

Depresi

Depresi adalah penyakit suasana hati. Penyakit yang lebih dari sekadar kesedihan atau dukacita yang lebih hebat dan bertahan lama sehingga dapat mempengaruhi seluruh tubuh, dengan megganggu kesehatan fisik , pikiran, rasa dan prilaku.
Penyebab Depresi :
• Peristiwa dalam kehidupan sehari-hari
• Perubahan kimia dalam otak
• Efek samping obat
• Beberapa penyakit fisik

Depresi dapat menyebabkan kita melupakan dosis terapi antiretrovial (ARV) yang akan mempengaruhi kepatuhan. Secara keseluruhan, depresi dapat memepercepat lajunya penyakit HIV. Dan depresi mengganggu kemampuan kita untuk hidup dengan bahagia.
Beberapa obat yang dipakai untuk mengobati HIV dapat menyebabkan atau memperburuk depresi, terutama efavirenz. Begitu juga penggunaan narkoba atau alkohol, serta tingkat testosteron, vitamin B6 atau vitamin B12 yang rendah.
Adapun faktor resiko lain, yaitu :
• Perempuan
• Kita sendiri atau faktor keluarga yang mempunyai riwayat penyakit jiwa, atau penggunaan narkoba atau alkohol
• Dukungan sosial kurang
• Belum mengungkap kasus yang dimiliki

Depresi sering diabaikan atau diremehkan. Banyak dokter yang menangani HIV belum terlatih untuk mengenal depresi. Depresi juga dislahartikan sebagai tanda penyakit HIV lanjutan.

Tanda-tanda Depresi :
• Kelelahan atau merasa lamban dan lesu
• Kesulitan konsentrasi
• Masalah tidur
• Merasa bersalah, tidak berharga, atau putus asa.
• Nafsu makan berkurang atau kehilangan berat badan

Pengobatan untuk Depresi
Depresi dapat ditangani dengan perubahan pola hidup, terapi tradisional, dan atau dengan pengobatan. Dokter dapat memilih terapi

Dinamika Kepribadian

Dinamika kepribadian

Sigmund Freud adalah seorang tokoh psikologi yang kita kenal sebagai Bapak Psikoanalisis, Freud menganggap manusia itu sebagai suatu kompleks system energi yang memperoleh energinya dari makanan dan mempergunakannya untuk berbagai hal.
Menurut Hukum kekelan energi disebutkan bahwa energi dapat berpindah dari satu tempat ke tempat yan lainnya, tetapi tidak dapat dimusnahkan. Dari pemikiran inilah Freud berpendapat, bahwa energi psikis dapat dipindahkan ke energi fisiologis dan sebaliknya. Titik hubung atau jembatan energi tubuh dan energi kepribadian adalah id serta insting-instingnya.

1. Insting
Insting didefinisikan sebagai perwujudan psikiologis dari suatu sumber rangsangan somatik dalam yang dibawa sejak lahir. Perwujudan psikologisnya yang dinamakan hasrat sedangkan jasmaninya disebut kebutuhan.

Insting mempunyai empat ciri khas :
• Sumber
• Tujuan
• Objek
• Impetus

Menurut Freud insting dapat digolongkan menjadi dua kelompok besar yakni:
• Insting-insting hidup
• Insting-insting mati


2. Distribusi dan penggunaan energi psikis
Dinamika kepribadian ditentukan oleh cara energi psikis didistribusikan serta digunakan oleh id, ego, dan superego. Oleh karena jumlah energi terbatas, maka akan terjadi persaingan di ketiga system itu dalam menggunakan energi tersebut. Dinamika kepribadian terdiri dari interaksi daya-daya pendorong kataksis-kataksis dan daya-daya penahan anti kataksis-kataksis.

3. Kecemasan
Kecemasan adalah suatu keadaan tegang. Fungsi kecemasan adalah memperingatkan sang pribadi akan adanya bahaya. Freud membedakan tiga kecemasan yakni :
• Kecemasan realitas
• Kecemasan neurotic
• Kecemasan moral / perasaan-perasaan bersalah

Sabtu, 06 Maret 2010

ADHD Dan Pengobatannya

Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADD, ADHD)

DEFINISI
Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADD, ADHD)adalah perhatian buruk atau pendek dan impulsiv tidak sesuai pada umur anak; beberapa anak juga menunjukkan hiperaktif.
Walaupun ada cukup banyak kontroversi tentang timbulnya, ditaksir ADHD itu mempengaruhi 5 hingga 10% dari anak dengan usia sekolah dan didiagnosa 10 kali lebih sering pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Banyak ciri-ciri ADHD sering terlihat sebelum usia 4 dan tanpa kecuali sebelum usia 7, tetapi mereka mungkin tidak mengganggu secara signifikan prestasi akademis dan fungsi sosial sampai usia sekolah menengah. ADHD adalah dulunya disebut "gangguan kurangnya perhatian"; tetapi, kejadian yang biasa terjadi hiper-aktivitas pada anak terkena adalah benar-benar perpanjangan fisik dari kurangnya perhatian menyebabkan perubahan istilah sekarang.

PENYEBAB

ADHD bisa diwarisi. Penelitian terkini menunjukkan bahwa gangguan disebabkan oleh kelainan di neurotransmitters (bahan yang meneruskan gerak impuls syaraf dalam otak). Gejala ADHD bervariasi dari ringan hingga parah dan bisa menjadi dibesar-besarkan atau menjadi masalah di lingkungan tertentu, seperti di rumah anak atau di sekolah. Keterbatasan cara hidup sekolah dan organisasi membuat ADHD menjadi masalah, sedangkan pada generasi sebelumnya, gejala mungkin tidak mengganggu secara signifikan fungsi anak karena pembatasan seperti itu adalah sering sangat sedikit. Walaupun beberapa gejala ADHD juga terjadi pada anak tanpa ADHD, mereka lebih sering dan kuat pada anak dengan ADHD.





GEJALA

ADHD adalah terutama bermasalah pada perhatian terus-menerus, konsentrasi, dan ketetapan tugas (kemampuan untuk menyelesaikan tugas). Anak juga mungkin terlalu aktif dan gegabah. Banyak anak prasekolah cemas, mempunyai masalah yang berhubungan dan saling mempengaruhi, dan bertingkah laku dengan kurang baik. Mereka nampak tak penuh perhatian. Mereka mungkin tidak bisa diam dan menggeliat. Mereka mungkin tak sabar dan menjawab dengan kacau. Selama masa kecil nanti, anak seperti itu mungkin menggerakkan kaki mereka dengan resah, bergerak dan mengangkat-angkat tangan mereka, berbicara secara sembarangan, lupa dengan mudah, dan mereka mungkin tidak teratur. Mereka secara umum tidak agresif.
Sekitar 20% dari anak dengan ADHD mempunyai ketidakmampuan belajar dan sekitar 80% mempunyai masalah akademis. Kerjanya mungkin berantakan, dengan kesalahan serampangan dan ketiadaan pemikiran yang dipertimbangkan. Anak yang terkena sering bertingkah laku seolah-olah pikiran mereka di tempat lain dan mereka tidak mendengarkan. Mereka sering tidak melaksanakan sesuai permintaan atau menyelesaikan pekerjaan sekolah, pekerjaan, atau kewajiban lain. Seringkali ada satu tugas yang tak selesai dari yang lain.
Sekitar 40% dari anak terkena mungkin mempunyai persoalan dengan penghargaan diri sendiri, depresi, kegelisahan, atau penentangan kepemilikan sampai usia mereka mencapai masa remaja. Sekitar 60 % anak muda mempunyai masalah seperti itu sewaktu marah, dan kebanyakan anak yang lebih tua mempunyai toleransi rendah terhadap frustrasi.









Tanda ADHD
Semua tanda belum tentu sebagai didiagnosa Attention deficit/hyperactivity disorder (ADHD). Tetapi, tanda kurangnya perhatian selalu harus ada untuk diagnosa.Tanda harus ada di dua atau lebih tempat (misalnya, rumah dan sekolah) dan harus mengganggu masalah sosial atau fungsi akademis.
• Tanda-tanda tidak perhatian.
o Sering lalai memberi perhatian seksama pada detail.
o Mempunyai kesukaran mempertahankan perhatian pada kerja dan bermain.
o Tidak tampak mendengarkan kalau berbicara secara langsung.
o Sering tidak melaksanakan perintah dan lalai menyelesaikan tugas.
o Sering mempunyai kesukaran melakukan tugas dan aktivitas.
o Sering menghindar, sebel, atau enggan untuk terlibat dalam tugas yang memerlukan usaha mental terus-menerus.
o Sering kehilangan barang.
o Dengan mudah dialihkan dengan hal yang tak ada hubungannya dengan rangsangan.
o Sering pelupa.
• Tanda-tanda hiperaktiv
o Sering memain-mainkan tangan atau kaki atau menggeliat.
o Sering meninggalkan tempat duduk di ruang kelas dan tempat lainnya.
o Sering berlari kesana-kemari atau merambat naik seacara berlebihan.
o Sulit untuk bermain atau terlibat dalam aktivitas yang diam.
o Sering bergerak atau bertingkah seolah-olah digerakkan oleh mesin.
o Sering berbicara berlebihan.
• Tanda-tanda impulsiv
o Sering mengucapkan jawaban tanpa berpikir sebelum pertanyaan komplit.
o Sering mempunyai kesukaran menunggunya giliran.
o Sering menyela atau mengganggu orang lain.

DIAGNOSA

Diagnosa berdasarkan jumlah, frekuensi, dan keparahan gejala. Gejala harus ada sedikitnya dua lingkungan yang berbeda (biasanya, rumah dan sekolah) - kejadian gejala tepat di rumah atau di sekolah saja dan tidak mana-mana tidak memenuhi syarat sebagai ADHD. Seringkali, diagnosa sulit karena bergantung pada pendapat pengamat. Tidak ada tes laboratorium bagi ADHD. Pertanyaan tentang berbagai aspek prilaku bisa menolong dokter membuat diagnosa. Karena mempelajari kecacatan hal yang biasa, banyak anak menjalankan pemeriksaan psikologis baik untuk menolong memutuskan adanya ADHD maupun untuk mengetahui adanya ketidakmampuan belajar yang spesifik.
ADHD: Epidemi atau Over-Diagnosa?
Meningkatnya jumlah anak yang didiagnosa ADHD. Tetapi, ada peningkatan perhatian dokter dan orang-tua dimana banyak anak salah didiagnosa. Derajat aktivitas tinggi mungkin sebenarnya normal dan menjadi pernyataan yang dilebih-lebihkan dari tingkah laku masa kecil yang normal. Dengan kata lain, hal itu dapat bervariasi penyebabnya, termasuk gangguan emosional atau kelainan fungsi otak, seperti ADHD.

Biasanya anak usia 2 tahun aktif dan jarang bisa diam. Derajat aktivitas dan suara tinggi biasa sampai usia 4 tahun. Pada kelompok umur ini, kelakuan seperti itu hal yang normal. Kelakuan aktif bisa menyebabkan konflik antara orang tua dan anak dan mungkin membuat orangua cemas. Juga bisa menimbulkan masalah bagi orang lain yang mengawasi anak seperti itu, termasuk guru.

Menentukan apakah derajat aktivitas seorang anak luar biasa tinggi adalah abnormal sebaiknya tidak bergantung pada bagaimana toleransi orang yang jengkel. Tetapi, beberapa anak secara jelas lebih aktif daripada rata-rata. Jika derajat aktivitas tinggi digabungkan dengan perhatian pendek dan impulsif, mungkin ditetapkan sebagai hiperaktif dan dianggap sebagai bagian ADHD.
Mencaci-maki dan menghukum anak yang derajat aktivitas tingginya dalam batas normal biasanya bisa meledak, menambah derajat aktivitas anak. Menghindari situasi dimana anak mesti duduk diam dalam waktu lama atau menemukan seorang guru trampil untuk anak seperti itu mungkin menolong. Jika ukuran sederhana tidak menolong, kedokteran atau psikologis evaluasi mungkin berguna untuk mengesampingkan kekacauan seperti ADHD.


PENGOBATAN

Untuk meminimalisir efek ADHD, struktur, rutinitas, rencana intervensi sekolah, dan teknik pengasuhan yang dimodifikasi sering diperlukan. Beberapa anak yang tidak agresif dan yang datang dari lingkungan rumah stabil dan lingkungan rumah yang mendukung mungkin lebih berguna dengan pengobatan obat sendiri. Terapi kelakuan yang diadakan oleh seorang psikolog anak kadang-kadang digabungkan dengan pengobatan obat.
Obat Psikostimulan adalah pengobatan obat yang paling efektif. Methylphenidate adalah obat psikostimulan yang paling sering diresepkan. Obat ini seefektif psikostimulan lain (seperti dextroamphetamine) dan mungkin lebih aman. Sejumlah obat bentuk lepas lambat (beraksi lebih panjang) methylphenidate bisa dijumpai disamping bentuk biasa dan dapat diminum satu kali sehari. Efek samping methylphenidate seperti gangguan tidur, seperti insomnia, menekan selera makan, depresi atau kesedihan, sakit kepala, sakit perut, dan tekanan darah tinggi. Semua efek samping ini hilang jika obat dihentikan; tetapi, kebanyakan anak tidak mempunyai efek samping kecuali barangkali selera makan yang berkurang. Tetapi, jika dosis besar diminum dalam jangka waktu yang lama, methylphenidate sekali-sekali bisa memperlambat pertumbuhan anak.
Sejumlah obat lain bisa dipakai untuk mengobati gejala kurangnya perhatian dan prilaku. Seperti clonidine, amphetamine - obat dasar, obat antidepresi, dan obat anti ansietas. Kadang-kadang, kombinasi obat digunakan.

PENCEGAHAN
Prognosis
Anak dengan ADHD secara umum tidak menjadi terlalu besar kurangnya perhatian mereka, walaupun mereka dengan hyper-aktivitas cenderung untuk menjadi agak lebih tidak impulsif dan hiper-aktif dengan usianya. Tetapi, kebanyakan remaja dan orang dewasa belajar menyesuaikan diri terhadap kurangnya perhatian mereka. Masalah lain yang muncul atau menetap di masa remaja dan kedewasaan termasuk prestasi akademis yang buruk, rendah penghargaan terhadap diri sendiri, kegelisahan, depresi, dan kesukaran dalam mempelajari prilaku sosial yang pantas. Penting, mayoritas anak itu dengan ADHD menjadi orang dewasa produktif, dan orang dengan ADHD kelihatannya menyesuaikan diri lebih baik bekerja daripada situasi sekolah. Tetapi, jika kekacauan tak diobati di masa kecil, risiko penyalahgunaan alkohol atau bahan lainnya atau bunuh diri mungkin meningkat.
Sumber :
http://medicastore.com/penyakit/3319/Attention_DeficitHyperactivity_Disorder_ADD_ADHD.html

BOLA TERAPI LATIHAN KOORDINASI OTAK DENGAN METODE BRAIN GYM BAGI ANAK ADHD (ATTENTION DEFICIT HIPERACTIVITY DISORDER)

BOLA TERAPI LATIHAN KOORDINASI OTAK DENGAN METODE BRAIN GYM BAGI ANAK ADHD (ATTENTION DEFICIT HIPERACTIVITY DISORDER)
ADHD adalah singkatan dari Attention Deficit Hiperactivity Disorder. Merupakan salah satu gangguan dari kelainan otak disertai hiperaktifitas. ADHD dapat terdeteksi dari umur 3-7 tahun. Deteksinya dilakukan secara intensif karena terjadi tumpang tindih antar gejala yang terlihat. Pada dasarnya anak ADHD terlihat normal, tidak ada kelainan fisik padanya. Berbeda dengan autis, anak ADHD dapat disembuhkan. Melalui rehabilitasi medis (terapi), pengobatan medis, kemudian penyembuhan alternatif seperti balur, Brain Gym, olahraga ataupun bermain musik. Saat ini banyak yayasan dan sekolah khusus dibangun pemerintah sebagai wadah pendidikan serta tempat penyedia sarana terapi bagi anak-anak yang mengalami ADHD. Anak ADHD mengalami kesulitan untuk fokus dan berlaku berlebihan (hiperaktif) yang dapat mengganggu teman-temannya. Melihat dari permasalahan tersebut, maka pada proyek tugas akhir ini, penulis ingin memberikan solusi dalam penyembuhan anak ADHD melalui metode Brain Gym yang dipercaya dapat memberikan efek baik kepada anak ADHD. Metode yang digunakan dari Brain Gym adalah metode untuk latihan koordinasi otak. Latihan koordinasi otak ini ditujukan untuk melatih fokus anak ADHD. Latihan koordinasi ini terdiri dari kegiatan menjaga keseimbangan ("the rocker"), gerak silang ("cross crawl"), dan gerak mendorong ("calf pump"). Namun, Brain Gym saat ini dilakukan tanpa menggunakan alat. Sulit sekali mengajak anak ADHD melakukan Brain Gym karena mereka tidak mau diam dan sulit mengikuti gerakan instruktur dengan baik. Oleh karena itu dibutuhkan sesuatu yang dapat menarik perhatian anak ADHD agar mereka mau melakukan Brain Gym. Dalam proyek tugas akhir ini, penulis membuat produk yang secara tidak langsung dapat membuat anak berlatih koordinasi yang secara garis besar diterapkan melalui metode Brain Gym. Produk juga memiliki fungsi untuk relaksasi. Relaksasi memang bermanfaat untuk mengatasi hiperaktifitas anak ADHD. Biasanya relaksasi pada anak ADHD dilakukan dengan cara memijat anak ADHD yang posisi tubuhnya tengkurap pada sebuah bola besar. Hal ini menjadi analisa yang dapat mempengaruhi bentuk produk.
Sumber :
http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-afinidwina-30633

Menguak Rahasia ADHD

MRI Menguak Rahasia ADHD


MAGNETICresonance imaging (MRI) dengan teknik baru membuka jalan dalam penanganan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas atau attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).

Sekitar dua juta anak ADHD tersebar di seluruh Amerika. Gangguan yang menyebabkan tingkat kontrol rendah dalam perilaku dan pemberian perhatian ini mulai tampak saat preschool dan TK. Penelitian The Proceedings of the National Academy of Science menyebutkan, anak dan remaja ADHD mengalami penundaan perkembangan di beberapa bagian otak tiga tahun dari yang seharusnya.

Bagian penting otak anak ADHD berkembang lebih lambat dibandingkan anak sebayanya. Bahkan,lebih lambat dari anak yang berusia lebih muda. ”Urutan bagian perkembangan otak pada anak dengan ADHD sama persisnya pada anak sehat.Hanya tertunda dari yang seharusnya untuk beberapa tahun,” ujar peneliti dari National Institutes of Health’s National Institute of Mental Health Dr Philip Shaw.

Shaw menunjukkan perkembangan yang terlambat pada beberapa bagian otak yang sangat penting untuk pengontrolan pemikiran, perhatian, dan perencanaan, juga mengingat setiap gerakan, serta mengontrol gerakan. Dalam penelitian itu, Shaw ingin mengungkapkan telah terjadi perbedaan perkembangan yang terhambat pada anak ADHD. ”Ini semacam keterlambatan,” tegasnya. Penemuan ini berdasarkan gambaran yang menggunakan 223 anak dan remaja dengan ADHD dan 223 yang tidak mempunyai gangguan.

Peneliti menggunakan MRI,scan untuk melihat struktur di dalam otak dalam berbagai usia, mengukur ketebalan perkembangan korteks (lapisan luar otak), suatu daerah sebagai pusat perhatian dan pengontrol gerakan. Sementara itu, proses penggambaran penelitian berdasarkan pada empat bagian samping otak besar. Shaw dan koleganya menggunakan teknik baru yang memungkinkan untuk mengukur ketebalan dari jaringan otak pada 40.000 daerah berbeda di korteks.

Mereka memfokuskan pada kelompok usia tertentu, yaitu ketebalan otak selama masa kanak-kanak, yang mulai menipis setelah puber. Setelah tidak berfungsi sebagai peng- hubung akan dipotong. Peneliti menemukan pada anak ADHD,korteks akan mencapai puncak ketebalan dalam rata-rata usia 10,5 tahun. Jika dibandingkan, setara dengan rata-rata usia 7,5 pada anak normal.

”Keterlambatan ini akan dibawa sampai dewasa,” ungkap Shaw seraya menambahkan bahwa penelitian itu juga menunjukkan pola normal dari kematangan korteks, walaupun terlambat pada anak ADHD. Selain itu, penelitian itu memberikan penjelasan kepada keluarga serta membantu mengungkapkan mengapa anak lain tidak mengalami kelainan yang sama. Dengan demikian orangtua diharapkan dapat mengetahui secara lebih dini mengenai masalah ADHD yang dihadapi oleh anak-anak mereka.

”Saya ingin mengatakan dalam penelitian ini tidak hanya duduk dan menunggu sampai tiga tahun dan anak akan baik kembali. ADHD merupakan masalah nyata pada anak-anak, keluarga, serta sekolah––tempat belajar dan membutuhkan perawatan,” tuturnya.

Sementara itu, peneliti dari NIMH Child Psychiatry Branch Dr Judith Rapoport mengatakan, penelitian yang dilakukan tidak sekadar membedakan anak kecil yang bermasalah. ”Peneliti bekerja untuk menentukan perbedaan bagian otak tersebut dan menjelaskan perbedaan yang terjadi,” tutur Rapoport. Sementara itu, Chief of Child Psychiatry dari Rush University Medical Center di Chicago, Dr Louis J Kraus, mengungkapkan pentingnya memahami penelitian itu untuk mengetahui anatomi otak anak ADHD.

”Kami belum mengetahui secara jelas arti penelitian ini. Namun, penelitian itu menyebutkan perubahan beberapa jenis perawatan dari perbedaan struktur otak,” papar Kraus, yang tidak ikut dalam penelitian ini. Perawatan yang diberikan meliputi obat ritalin atau methylphenidate, obat yang mampu menstimulasi dan bertujuan untuk mengurangi impulsif, hiperaktif, dan penambahan perhatian.

Obat ini juga termasuk untuk membantu mengubah dan mengatur perilaku anak dan keluarga. Kraus menambahkan, sebaiknya orangtua tidak membiarkan dan langsung menggunakan beberapa tipe MRI untuk mengetahui keadaan otak anak ADHD sebenarnya. Sebab, gambaran otak tidak selalu dapat mendiagnosis ADHD. ”Walaupun demikian, keterlambatan perkembangan otak sebagai suatu pertanda dan dapat mendeteksi gangguan yang terjadi ketika anak semakin besar,” ujarnya.



Sumber :
http://cpddokter.com/home/index.php?option=com_content&task=view&id=82&Itemid=78