Rabu, 19 Mei 2010

Bocah Terjenius di Dunia dgn IQ Hampir Menyamai Albert Einstein

Bocah usia dua tahun, Elise Tan-Roberts, mendadak menjadi terkenal ketika dinyatakan sebagai anggota termuda dalam Kelompok Mensa, sebuah kelompok yang beranggotakan orang-orang jenius dengan IQ super tinggi dari seluruh dunia. Elise yang berusia 2 tahun 4 bulan, memiliki IQ yang nyaris menyamai manusia jenius Albert Einstein.

Tercatat Elise memiliki IQ 156 sementara Einstein 160. Betapa cerdasnya anak ini, padahal dia masih punya banyak kesempatan untuk belajar karena usianya yang tergolong masih balita. Yang juga luar biasa, IQ Elise ternyata melampaui pakar matematika terkenal, Carol Vordeman.
Bocah yang baru belajar berjalan ini, bahkan dapat menyebutkan dengan jelas nama-nama 35 ibukota di dunia. Ia bisa mengeja namanya dengan jelas, membaca kata ‘mummy' dan ‘daddy' serta membaca abjad. Elise memang sudah bisa membaca dan paling menggemari bacaan tentang kota-kota di dunia.


Club orang jenis, Mensa, setuju memasukkan nama Elise dalam anggota terbarunya, sekalipun usianya sebenarnya masih belum memenuhi syarat pengetesan IQ. Biasanya, pengetesan IQ hanya dilakukan terhadap anak berusia 10 tahun lebih. Namun untuk kasus-kasus khusus, Mensa juga bisa melakukan pengetesan lebih awal (pengecualian). Apalagi Mensa menerima rekomendasi bahwa IQ anak ini 0,2 persen di atas rata-rata anak seusianya. Sedang IQ penduduk rata-rata adalah 100. Setelah dilakukan pengetesan, hasilnya memang tidak jauh dari perkiraan , bocah ini memiliki IQ 156.


Menurut situs British Mensa, Elisa kini menjadi anggota Mensa termuda dan mematahkan dua rekor anggota Mensa termuda sekaligus. Rekor anak perempuan termuda yang menjadi anggota Mensa sebelumnya dipegang oleh Georgia Brown yang tercatat tahun 2007 saat ia berusia 1.041 hari (2 tahun 10 bulan 11 hari), dan rekor bocah laki-laki termuda, Ben Woods, yang tercatat tahun 90-an saat berusia 1.035 hari (2 tahun 10 bulan 5 hari). Sedang Elise berusia 2 tahun 4 bulan, ketika masuk Mensa.

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3706326

Annisa Rania, Bocah Indigo Ajaib Nan Jenius

Annisa Rania Putri tergolong anak ajaib. Bocah kelahiran 5 Juli 1999 berusia sembilan tahun itu menguasai bahasa Inggris, Arab, Korea dan Belanda tanpa belajar secara formal. Kemampuannya itu datang tiba-tiba.

Bahkan dia juga mampu melihat hal-hal gaib yang tak bisa ditembus penglihatan orang awam. Dia bisa menjangkau masa depan, menyembuhkan orang sakit dan melatih meditasi orang-orang dewasa.

Bocah itu berceramah menggunakan bahasa Inggris di depan anggota pengajian padepokan Toha. Dalam ceramahnya, putri dari anggota TNIAD berpangkat kolonel itu bercerita soal makna berpuasa. Menurut Annisa, puasa penting bagi semua orang. Sebab, puasa akan menimbulkan energi cinta. Oleh karena itu, manusia butuh berpuasa karena dengan berpuasa energi itu akan memuncak.

Dengan energi itu pula akan tercipta sebuah kedamaian, perhatian kepada keluarga dan perhatian kepada sesama insan manusia. “Dengan puasa kita bisa membuang energi negatif dan menumbuhkan energi positif yakni energi cinta,” kata Annisa dalam bahasa Inggris.

Dalam sesi tanya jawab, seorang penanya sempat menanyakan kondisi Indonesia yang penuh dengan bencana. Annisa dengan lantang menjawab, bencana yang menimpa Indonesia masih akan terus berlanjut.

“Saya melihat itu,” katanya. Lalu dia meneruskan, “Saya tidak akan menceritakan bencana apa yang akan terjadi di kemudian hari. Sebab kalau saya ceritakan akan menimbulkan kegelisahan dan pikiran-pikiran buruk dari orang-orang. Nah pikiran buruk itulah yang justru akan menimbulkan bencana-bencana baru,” ujar Annisa. Dalam pesannya, bocah ajaib yang bisa merancang rumah, mengoperasikan komputer, dan menyanyi, itu mengajak semua umat manusia untuk berdamai.

Sebagai bukti kemahirannya merancang bangunan, rumah bertingkat empat di Jl Janur Hijau, Kelapa Gading, Jakarta. Kelebihan lain dari Annisa adalah mampu menginstal komputer sendiri. Menurut Ny Yenni, keajaiban Annisa mulai terlihat sekitar medio Oktober 2002 lalu.

Ia melihat bunga besar yang ada di dekat dinding tembok rumahnya padahal sang ibu tidak melihat apapun. Hal lainnya, ia tidak menyebut ibu kepada Laksmi melainkan hanya sebutan biasa saja. “Saya lebih tua dari Yenni (nama ibunya),” kata Annisa. Menurut Yenni, sang ibu, tidak ada keistimewaan saat Annisa dilahirkan. Hanya saja, ia terpaksa menjalani operasi caesar karena usianya saat itu 35 tahun.

Menurut sejumlah pakar, kemampuan Annisa ini digolongkan sebagai anak indigo yaitu secara fisik masih anak-anak namun batinnya tua (old soul).

Jika selama ini dia hanya menyebarkan ilmunya itu lewat ceramah-ceramah dan kuliah, Annisa kini mulai menjangkau lebih banyak orang melalui sebuah buku yang berisi kumpulan tulisannya. Buku itu berjudul Hope Is on the Way: Kumpulan Pesan Alam.

Malam kemarin, ditemani ayah-ibunya, Annisa berbagi cerita tentang buku yang diluncurkan di Jakarta 29 Agustus lalu.

“Buku ini berisi kumpulan ceramah dan kuliah saya di berbagai tempat dan waktu. I just fixed some of them (saya cuma memperbaiki beberapa saja) sebelum diterbitkan,” tutur Annisa yang tak bisa berbahasa Indonesia.

Perihal bahasa ini, orangtua Annisa, pasangan dr Arwin SpKj dan Yenni Handojo, beberapa kali sempat miskomunikasi dengan anaknya itu.

“Suatu saat, karena beberapa kali kami sempat tidak menangkap bahasa Annisa, dengan polos dia berujar ‘kenapa kok orangtua saya bodoh begini’,” tutur Yenni yang tak pernah tersinggung tapi justru terhibur dan bersyukur memiliki anak Annisa yang dilahirkannya secara caesar di Jakarta, 5 Juli 1999.

Meski masih anak-anak, buku Annisa jelas bukan untuk konsumsi anak-anak. Bah kan, remaja pun belum tentu bisa mencerna pesan yang disampaikan Annisa dalam bukunya yang diterbitkan kelompok penerbit Gramedia itu.

Sebab, isi pesan-pesan dalam tulisan Annisa memang kelas berat, filosofis, dan mungkin baru bisa ditangkap oleh orang-orang dewasa atau yang sudah tercerahkan. Dia membahas, misalnya, tentang misteri kebijaksanaan, kasih, dan keadilan serta makna puasa.

Semua isi buku itu berasal dari ‘pesan-pesan alam’ yang bisa ditangkap Annisa kapan saja. Bisa tiba-tiba di sela-sela pembicaraan dengan orang lain, tapi kerap di keheningan malam.

“Kalau sedang mendapat ‘pesan alam’, tangan Annisa biasanya bergerak mencoret-coretkan ‘pesan alam’ itu atau bibirnya seperti mengucapkan sesuatu,” kata Yenni.

Kelebihan Annisa sudah diakui banyak pihak. Wapres Jusuf Kalla pernah mengundangnya, berbagai universitas terkenal telah memintanya untuk memberi ceramah, dan sebuah majelis taklim yang beranggotakan orang-orang kelas menengah atas di Jakarta kerap mengundang Annisa.

Bocah itu juga memberi pelatihan dan konsultasi pada beberapa kelompok meditasi di Jakarta. Kalau sampai sekarang Annisa belum bersekolah, bukan bebarti orangtuanya membiarkannya. “Tapi, ketika sekolah di dalam kelas justru gurunya yang belajar dari Annisa. Dia kemudian tak mau sekolah,” ucap Yenni.

Kemampuan berbahasa Inggris Annisa pun diperoleh secara alamiah. Setelah mulai bisa bicara saat berusia setahun lebih, tiba-tiba Annisa sudah cas cis cus dalam bahasa Inggris.

Keanehan lain, ketika belum lancar bicara, saat diajak menjenguk neneknya yang sakit, Annisa bilang ‘kembang’ dalam bahasa Inggris. Tak berapa lama, neneknya meninggal. Kembang tadi tampaknya isyarat kematian.

Saat ditanya apa cita-citanya, Annisa bilang ingin menjadi pengacara.(rileks-dharmajala/adm)

**sumber : dari hasil googling ketemulah http://www.dakiunta.com/content/bocah-ajaib-nan-jenius

Bocah Jenius (9 tahun) Bisa Hampir Semua Bahasa Programer

Su Lieyi (9), bocah laki-laki dari Taian City, Propinsi Shandong, dilaporkan sangat piawai dalam beberapa bahasa pemrograman.
Ia telah membuat website pribadi, mengembangkan perangkat lunaknya, dan mencapai tingkat college dengan autodidak, misalnya matematika, fisika, dan kimia.
Liu Xinxin, ibu Su Lieyi, dalam wawancara dengan surat kabar Qilu Evening News, bahwa Su memperlihatkan perhatian besar pada komputer sejak usia 7 tahun, ketika kali pertama diperkenalkan dengan komputer. Waktu itu, ia membelikan beberapa buku komputer tingkat dasar.
Dalam 2 tahun, Su menguasai lebih dari belasan bahasa pemrograman. Pada umur 8 tahun, ia belajar C language, VF (Visual FoxPro), VB (Visual Basic), VC (Visual C), VC++, BASIC, Pascal, PHP, JAVA, dan ASP (Active Server Page).
Menurut Liu, Su memanfaatkan beberapa perangkat lunak gratisan yang didapat di internet untuk mengembangkan sistem operasional miliknya. Ketika sebuah forum moderator memberi Su sebuah Microsoft recruitment assessment form untuk mengujinya. Ia memperoleh nilai 90.
Su menyelesaikan website-nya sendiri dalam waktu kurang dari satu bulan. Ia bilang, “Sebenarnya website adalah sebuah forum. Bertujuan memberitahu orang yang ingin berbagi ketertarikan yang sama dalam pemrograman.”
Sekarang Su belajar sendiri di rumah. Ibunya mengatakan bahwa saat usia 7 tahun, Su masuk kelas lima sekolah dasar untuk memperoleh pengenalan sekolah tetapi ternyata ia telah menguasai seluruh pengetahuan yang diajarkan di sekolah.
Ketika Su usia 8 tahun, ia masuk SMP. Ia dapat menjawab semua pertanyaan yang guru berikan. Sebuah kejutan bagi gurunya bahwa Su lulus ujian dengan nilai 100 untuk matematika dan nilai tinggi untuk bahasa Mandarin dan Inggris.
Liu kemudian memasukkan anaknya ke SMA. Bahan yang diajarkan di sekolah ini juga mudah bagi Su untuk dimengerti. Ia sering mendapat nilai 90 dibidang matematika dan ranking pertama dalam bidang fisika.
Saat ini Su mempelajari buku-buku tingkat perguruan tinggi seperti matematika lanjutan. Liu mengatakan, “Ia tidak pernah membaca keseluruhan buku. Ia sering memeriksa halaman isi buku dan membaca salah satu yang ia merasa tertarik. Kemudian membacanya dengan cermat sampai sepenuhnya mengerti isinya.” (Epochtimes/bdn)ERABARU
http://tidakmenarik.wordpress.com/2009/05/20/bocah-jenius-9-tahun-bisa-hampir-semua-bahasa-programer/

Bocah Merokok dan Bicara Cabul - “Aku Malas Sekolah, Mau Jadi Preman”

Written by Redaksi Web
Thursday, 01 April 2010 08:03
Sebuah video pendek muncul di You Tube, kemarin, dan langsung menyentak. Video berdurasi 3.29 detik dengan judul 'Anak Kecil Berbicara Kotor Dan Merokok! Dari Surabaya!' itu memperlihatkan seorang bocah sedang merokok dan berbicara kotor.

Gayanya merokok menunjukkan betapa ia sudah sangat terbiasa melakukannya. Dengan mulut yang dimonyongkan, balita berinisial SW (4 tahun) ini membentuk asap menjadi cincin-cincin kecil. Ia juga dengan bahasa yang sangat lugas menyebut (maaf) alat kelamin perempuan dan laki-laki.

Perilaku ini ternyata bukan tak diketahui orangtua SW. Mulud (40), ayah SW, mengaku kewalahan dengan perilaku SW. Semula ia berencana memasukkan SW ke sekolah, dengan harapan dapat merubah kebiasaan-kebiasaan buruk itu. "Namun dia tidak mau bersekolah. Katanya malas, mending ngene jadi preman (enak begini jadi preman - red). Sering pula dia bilang mau jadi maling," ujar Mulud di rumah rumpangannya Jalan Nusakambangan, Kota Malang, Rabu (31/3).

Sejak beberapa waktu lalu, Mulud dan anaknya memang menumpang di rumah Sinyo (24), temannya yang bekerja sebagai pengantar barang. Mulud sendiri pekerja bangunan serabutan. Sinyo merasa prihatin dengan perkembangan jiwa SW. "Kalau dibiarkan bisa makin rusak. Saya dan bapaknya berharap ada yang membantu menyekolahkan, biar jadi benar ini anak. Saya pikir dia jadi begitu karena lingkungannya dulu yang rusak. Dia pernah bilang sama saya kalau ada orang yang mengajarinya merokok," katanya.

Tiga Kekerasan

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (PA) Seto Mulyadi menilai, SW mengalami tiga kekerasan sekaligus. "Sudah secara psikologis diajari sesuatu yang tidak sesuai umur, dia juga diajari sesuatu yang membahayakan kesehatannya yaitu merokok. Yang lebih parah, dia juga mengalami kekerasan yang disebut eksploitasi anak. Saya dengar di video itu ada yang tanya-tanya, dan waktu si anak menjawab tak benar, mereka, yang bersuara dewasa, ramai-ramai tertawa. Belum lagi video itu diposting pula ke dunia maya. Orang-orang jadi ingin melihat. Ini memprihatinkan," kata Kak Seto di Jakarta, kemarin.

Lalu siapa yang salah? Kak Seto mengaku tidak ingin menyalahkan orang tua sepenuhnya. Menurutnya, kondisi lingkungan tempat SW tinggal juga sangat berpengaruh. "Menyalahkan orang tua sepenuhnya tentu juga tidak bisa. Kita harus lihat apakah lingkungannya juga membiarkan atau tidak," kata Kak Seto. Menurutnya, SW harus segera diselamatkan dan menjalani sejumlah terapi untuk mengembalikan kondisi fisik dan psikisnya.

You Tube sendiri, sejak Rabu sore telah memblokir video tersebut. Sekitar pukul 15.00 WIB, video ini berganti sebuah pemberitahuan yang berbunyi, "Video ini telah dicopot karena pelanggaran aturan penggunaan". Selain secara jelas menampilkan seorang anak yang merokok dan berbicara cabul, ia pun tanpa sungkan memeragakan adegan hubungan intim.
http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&task=view&id=34127&Itemid=54

Komisi PA: Bocah Autis, Ratu Bilqis Alami Depresi Akut

Rabu, 05 Mei 2010, 12:33 WIB

SUKABUMI--Komisi Nasional Perlindungan Anak menilai, bocah penderita autis, Ratu Bilqis Siti Nurhadi Ningrat (7), telah mengalami depresi akut akibat tindak kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan orang tuanya. "Ketika saya lihat, Ratu Bilqis memang tidak sakit, tapi karena ibu kandungnya mengalami kekerasan atau tekanan dari suaminya, ia pun menjadi korban" kata Sekjen Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, saat melihat kondisi kesehatan Ratu Bilqis dan ibunya di rumahnya di Kota Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (5/5) pagi.

Bahkan, ibu kandungnya, Nining Kusmiani (47), sempat meluapkan kekesalan terhadap suaminya, Nurhadi (68), di hadapan Arist dengan memeluk dan meraung-raung tak karuan sambil meneteskan air mata. "Melihat kondisi ibunya yang meluapkan kemarahan, menandakan ibunya mengalami depresi akibat ditinggal suaminya," katanya.

Menurut dia, biasanya orang yang menderita penyakit autis memiliki dunianya sendiri tanpa bisa berkomunikasi dengan orang lain, tapi berbeda dengan yang dialami Ratu Bilqis. "Ratu Bilqis bisa diajak bicara, mau dipeluk dan mau digendong oleh orang lain," katanya.

Arist menjelaskan, untuk proses penyembuhan, Ratu Bilqis harus menjalani terapi psiko-sosial, dengan cara diajak bermain, nonton TV dan bersosialisasi dengan anak seusianya. "Ratu Bilqis tidak bisa berbicara karena tidak pernah ada sosialisasi dengan temannya. Ibu kandungnya, hanya mengurung dalam kamar berteralis besi," katanya. Ia menyayangkan tindakan orang tuanya itu.

Ratu Bilqis saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH, Kota Sukabumi, untuk melihat kondisi psikologinya. Tak hanya Ratu yang harus menjalani terapi, tetapi ibu kandungnya juga harus menjalani terapi.

Terapi yang dilakukan kepada ibu kandungnya itu, kata Arist, harus dilakukan secara terpisah karena Ratu Bilqis tidak bisa disandingkan dengan ibunya yang terkadang sering memarahinya dan membuat Ratu kian depresi. Arist menambahkan, kasus seperti ini juga terjadi di beberapa daerah, bahkan jumlah kasus ini selama tahun 2010 mencapai tujuh kasus. Sementara tahun 2009 lalu, mencapai 24 kasus.

Dokter Ahli Kejiwaan RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, dr Tomi Hermansyah, mengatakan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan kepada Ratu Bilqis untuk melakukan diagnosa penyakit yang diduga autis. Mengenai kepala Ratu Bilqis yang terkena asbak, kata dia, berdasarkan hasil neurologi, bagian kepalanya tidak apa-apa.

"Kami akan melakukan terapi kepada Ratu Bilqis yang diawasi oleh psikiater anak. Penanganan penyakit ini cukup lama karena harus menjalani beberapa terapi. Terapi yang dilakukan saat ini dengan memberikannya obat," ucapnya.
Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber: Ant
http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nusantara/10/05/05/114399-komisi-pa-bocah-autis-ratu-bilqis-alami-depresi-akut

Selasa, 27 April 2010

Mendiagnosa anak dengan Syndrome Down

Mendiagnosa anak dengan Syndrome Down
Deteksi terhadap kejadian Sindroma Down dapat dibagi menjadi dua, yaitu Screening Test dan Diagnostic Test. Screening test digunakan untuk mengukur resiko kemungkinan janin menderita Sindroma Down; Diagnostic Test digunakan untuk memastikan bahwa janin tersebut benar-benar menderita Sindroma Down atau tidak.
Screening Test adalah metode non-invasif dan tidak menimbulkan rasa sakit. Beberapa tes yang dapat digunakan adalah:
1. Nuchal Translucency Testing, tes ini dapat dilakukan pada kehamilan 11-14 minggu, menggunakan Ultrasonografi (USG).
2. The Triple Screen (multiple marker test) dengan Alfa-fetoprotein, tes ini dapat dilakukan pada kehamilan 15-20 minggu. Kadar Alfa-fetoprotein yang rendah di dalam darah ibu menunjukkan resiko tinggi terjadinya Sindroma Down pada janin yang dikandungnya.
3. Ultrasonografi (USG), untuk mengetahui kelainan fisik pada janin. Namun tes ini hanya akurat sekitar 60% karena sering terganggu dengan munculnya pembacaan positif-palsu dan negatif-palsu.
Sementara itu, diagnostic test menggunakan metode-metode invasif sebagai berikut:
1. Amniosentesis, dikerjakan pada usia kehamilan 16-20 minggu, pada Ibu hamil akan diambil cairan amnionnya dengan menggunakan jarum yang melewati abdomen. Sel-sel pada cairan amnion tersebut dapat dianalisa untuk mencari adanya kromosom abnormal.
2. Chorionic Villus Sampling (CVS), tes ini menggunakan sampel dari plasenta dan dapat dikerjakan pada kehamilan 8-12 minggu.
3. Percutaneous Umbilical Blood Sampling (PUBS). Tes ini menggunakan sampel kecil dari darah pada saluran umbilikus dan dapat dikerjakan pada kehamilan lebih dari 20 minggu.
Tindakan preventif tersebut perlu dilakukan mengingat betapa bahaya sindrom ini, karena sampai saat ini belum ada obat atau vaksin untuk mengobati penyakit ini. Jika pun ada pasti akan sangat mahal. Oleh karena itu, mencegah lebih baik daripada mengobati.
Sumber :
http://anakluarbiasa.com/index.php?appid=alb&sub=detail&id=14